ANALYSIS OF BASIC FACILITY NEEDS IN THE LAND AREA AT THE TANJUNG RU FERRY PORT, BANGKA BELITUNG PROVINCE

  • Vita Permata Sari Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang, Indonesia
  • Febriansyah Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang, Indonesia
  • Yulia Puspita Sari Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang, Indonesia
  • Surnata Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang, Indonesia
  • Novi Tri Susanto Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang, Indonesia
Keywords: Ferry Terminal, Onshore Services, Harbor Facilities, Requirements for Amenities.

Abstract

Tanjung Ru Ferry Port is essential as it is the only port that connects Bangka Island and Belitung Island via roll-on/roll-off ferry services. However, the condition of the onshore facilities at this port does not fully comply with the standards outlined in Minister of Transportation Decree No. 52 from 2004. Several major issues have been identified, including an inadequate waiting area, the absence of a gangway and weighbridge, and a lack of proper safety gear. This research aims to evaluate the state of onshore facilities and identify the unmet needs of these facilities. A descriptive quantitative method was employed, which included field observations, surveys, documentation, and an examination of applicable regulations. Findings reveal that most of the nine critical land facilities required are either absent or fail to meet the necessary standards.

References

Abubakar, I. (2010). Transportasi Penyeberangan. Jakarta: Direktur Jenderal Perhubungan Darat.

Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Azliani, A. (2023). Tinjauan Kebutuhan Fasilitas Pokok Daratan Pelabuhan Ferry Batulicin. Pelembang: Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang.

Cahyono, L., Wulandari, K. D., & Utomo, A. P. (2020). Analisis Kondisi dan Karakteristik Ruang Parkir Pengguna Sepeda Motor (Studi Kasus di Rumah Sakit Dr. R. Soedarsono). Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil, 3(2), 58-63. https://doi.org/10.25139/jprs.v3i2.2724

Fatimah, S. (2019). Pengantar Transpotasi. Ponorogo: Myria Publisher.

Fisu, A. A. (2016). Analisis dan Konsep Perencanaan Kawasan Pelabuhan Kota Penajam Sebagai Pintu Gerbang Kabupaten Penajam Paser Utara kalimantan Timur. PENA TEKNIK: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik, 125-136.

Hasan, M. I. (2002). Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2004 Tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Penyeberangan.

Lasse, D. A. (2014). Keselamatan Pelayaran di Lingkungan Teritorial Pelabuhan dan Pemanduan Kapal. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. USA: Sage Publications.

Nevtian, F. A. (2019). Tinjauan Terhadap Fungsi Port State Control (PSC) pada Bidang Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli di Lingkungan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Tanjung Emas Semarang (Universitas Maritim AMNI Semarang).

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2021 tentang tentang Penyelenggaraan Bidang Pelayaran.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2014 Tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran Pada Gedung dan Lingkungan.

Putri, N. G. H. (2024). Evaluasi Fasilitas Pokok Lahan Daratan Pada Pelabuhan Ferry Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Palembang.

Rahman, J. (2021). Jenis Data Penelitian.Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Sihombing, P. (2022). Analisis Fasilitas Pokok Wilayah Daratan Pelabuhan Penyeberangan yang Berimplikasi Terhadap Keselamatan dan Keamanan Pelayaran. In Prosiding Seminar Nasional Inovasi Pendidikan Maritim (pp. 120-127).

Sihotang,H. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: UKI Press

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Karawang: Saba Jaya Publisher.

Soewedo, H. (2015). Penanganan Muatan Kapal. Jakarta: Buku Maritim Djangkar.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

Undang-Undang Nomor 66 Tahun 2024 Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

Published
2026-05-31
How to Cite
Sari, V. P., Febriansyah, Sari, Y. P., Surnata, & Susanto, N. T. (2026). ANALYSIS OF BASIC FACILITY NEEDS IN THE LAND AREA AT THE TANJUNG RU FERRY PORT, BANGKA BELITUNG PROVINCE . AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional, 8(2), 155-160. https://doi.org/10.54783/jin.v8i2.1595