IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS STREET-LEVEL BUREAUCRACY
STUDI KUANTITATIF TENTANG DISKRESI APARAT PELAKSANA DALAM PENGURANGAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI KOTA MALANG
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh diskresi aparat pelaksana (street-level bureaucrats) dan dukungan sumber daya organisasi terhadap efektivitas implementasi kebijakan pengurangan sampah rumah tangga di Kota Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 120 responden yang terdiri atas petugas Dinas Lingkungan Hidup, petugas kebersihan tingkat kecamatan, dan kader lingkungan kelurahan. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskresi aparat pelaksana berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas implementasi kebijakan pengurangan sampah rumah tangga, demikian pula dukungan sumber daya organisasi. Secara simultan kedua variabel menjelaskan 58,7% variasi efektivitas implementasi. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh desain kebijakan, tetapi juga oleh ruang diskresi yang dimiliki aparat garis depan dalam menyesuaikan kebijakan dengan kondisi lapangan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas aparat pelaksana serta penataan diskresi melalui pedoman teknis yang adaptif.
References
Agustino, L. (2020). Dasar-Dasar Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.
Creswell, J. W. & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks: Sage Publications.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J. & Anderson, R. E. (2019). Multivariate Data Analysis. Andover: Cengage Learning.
Hill, M. & Hupe, P. (2014). Implementing Public Policy. London: Sage Publications.
Hudson, B., Hunter, D. & Peckham, S. (2019). Policy failure and the policy-implementation gap: Can policy support programs help? Policy Design and Practice, 2 (1), 1-14.
Hupe, P. & Hill, M. (2007). Street-level Bureaucracy and Public Accountability. Public Administration, 85 (2), 279-299.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2024). Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional. Diakses dari: https://sipsn.menlhk.go.id
Lipsky, M. (2010). Street-Level Bureaucracy: Dilemmas of the Individual in Public Services. New York: Russell Sage Foundation.
Maynard-Moody, S. & Musheno, M. (2012). Social equities and inequities in practice: Street-level workers as agents and pragmatists. Public Administration Review, 72 (s1), S16-S23.
Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 10 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Sampah.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.
Sekaran, U. & Bougie, R. (2016). Research methods for business: A skill-building approach. Chichester: John Wiley & Sons.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tummers, L. & Bekkers, V. (2014). Policy implementation, street-level bureaucracy, and the importance of discretion. Public Management Review, 16 (4), 527-547.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
Van Meter, D. S. & Van Horn, C. E. (1975). The policy implementation process: A conceptual framework. Administration & Society, 6 (4), 445-488.
Zhang, Y. & Kim, S. (2022). Street-level discretion and policy outcomes in urban environmental governance. International Review of Administrative Sciences, 88 (3), 645-662.





.png)
.png)

1.png)